
Seni AKTING
Oleh: Darwis Rifai Harahap.
Sebelum calon pemain berhadapan dengan penontonnya, terlebih dahulu setiap calon pemain harus mengenal secara utuh perlengkapan yang ia miliki. Ada pemain yang langsung berhadapan dengan penonton tanpa mempersiapkan alat-alat yang ada pada dirinya. Pemain berbakat besar ini ternyata mampu meng-ekspresikan seluruh alat yang ia miliki walau ia sama sekali tidak pernah mengikuti latihan dasar-dasar teater. Kemampuan alami pemain yang memiliki bakat ini memang jarang-jarang ditemui. Tapi dia ada, dan mungkin salah satunya adalah kalian yang hadir di tempat ini.
Seorang calon pemain dituntut memiliki kecerdasan dan kepekaan dalam ber-akting sebelum ia mengikuti latihan olah tubuh dan olah rasa. Setiap hari begitu kita bangun dari tidur, secara sadar kita bergerak dan merasakan sesuatu lewat kepekaan batin yang ada dalam diri kita.
Dalam kehidupan keseharian kita, konsentrasi, bergerak, berbicara, berimajinasi, merasakan sesuatu dan berimprovisasi, kita lakukan secara rutin guna melengkapi keseharian kita sebagai manusia yang diciptakan Tuhan. Seseorang yang tak mau ketinggalan kereta api dalam menelusuri ilmu pengatahuan, untuk mengasah kecerdasan intelektual dan kepekaan untuk menanggapi berbagai macam persoalan, kita harus membaca, berdiskusi tentang hidup dan kehidupan.
Dalam seni akting, seorang pemain yang telah mengasah kemampuan tubuhnya bergerak secara indah, memproyeksikan suara dan ekspresi wajahnya dihadapan penonton yang menyaksikan kebolehannya dalam memerankan peranan yang bertolak belakang dengan kesehariannya, keberhasilan aktingnya diukur oleh penonton sampai sejauh mana ia telah mampu masuk kedunia peran yang dipercayakan sutradara kepadanya. Kemampuan olah tubuh dan rasa tidak bekerja secara mekanik, tapi penonton akan merasakan seolah peristiwa yang terjadi diatas panggung adalah kejadian yang benar terjadi.
Bila peristiwa teater ini dapat diujutkan oleh pemain yang ada dikarenakan adanya kemampuan rata-rata pemain berhasil membina kerja sama dalam memenfaatkan ruang dan waktu yang digambarkan sesuai dengan jalannya cerita, tanpa disadari penonton pertunjukan yang ia rasakan seolah setengah jam, ternyata telah menyita waktu duduknya dua jam lebih. Tapi bila para pemain tidak mampu meyakinkan penontonnya, pertunjukan yang setengah jam akan dirasakan seolah berjam-jam.
Gerak keseharian kita jelas tidak sama dengan gerak yang sengaja kita ciptakan untuk memuaskan hasrat penonton yang datang menyaksikan pertunjukan teater. Gerak pemain diatas pentas, seperti kemampuannya dalam memusatkan fikiran (konsentrasi) pada peran, kemampuan vokal, gerak yang indah, imajinasi, olah rasa, dan improvisasi adalah modal utama seorang calon pemain untuk dapat meyakinkan penonton yang datang.
Secara teori tampil dihadapan penonton itu mudah. Tapi begitu saat tampil tiba, jantung berdetak kencang, lutut gemetar, dan dada berdebar. Bagaimana mengatasinya bila jantung berdetak kencang dan darah mengemuruh dikarenakan badan panas dingin? Atur nafas. Pusatkan fikiran pada lakon yang akan dimainkan...Tinggalkan diri pribadi dan masuklah secara penuh kepada peran yang akan dimainkan.
Svitlovidoft : ( Seorang laki-laki tua 68 tahun, mabuk, muncul diatas pentas yang gelab. Ditangannnya lampu lilin menyala. Ia memperhatikan sekitarnya sambil menggerutu )
Oooh!..Aku ketiduran lagi! Si Tua gaek ini naning lagi... Ops! Aku tertidur di kamar rias sampai-sampai aku tidak tau kalau semua penonton telah pulang...
Kemana dua cecunguk gaek yang tadi aku minta supaya membangunkan aku..
Yegorka! Hanya gaung yang menyahuti panggilanku...Petruska! Dimana kalian seitan!
Tak ada sahutan....Jangan-jangan kedua bajingan gaek itu telah pulang, dan aku ditinggal sendiri di gedung pertunjukan kelas murahan ini....Ohh..Hembusan angin membuat bulu kudukku merinding...Malangnya nasibmu Svitlovidoft. Dulu, sewaktu mudamu, kau dipuja-puja dan dikejar-kejar oleh gadis-gadis cantik....Semua mereka meminta tanda tanganmu...malah ada yang nekad untuk mencium pipimu....tapi sekarang, kemana semua mereka yang tergila-gila kepadamu Svitlovodoft? Kemana semua penggemarmu itu? Kini kau hanya seorang badut murahan. Penghibur kelas teri. Pemabuk! Orang-orang telah melupakan kau! Orang-orang telah lupa akan nama besar Svitlovodoft, aktor ganteng yang kaya raya dan dikejar-kejar banyak wanita cantik....Kini semua mereka telah meninggalkan aku...Si Gaek yang malang...Yegorka! Petruska! Dimana kalian setan?
Si-siapa disana itu? Si-siapa disitu? Hantu? Hantu! Hantu!
Ini adalah sepenggal lakon Chekov yang berjudul Nyanyian Angsa. Secara singkat, karena acara kita sekarang adalah work shop, mari sama kita coba untuk melakonkan penggalan teks ini secara bergiliran.
Sebelum lakon kita ujudkan, diantara kalian tentu ada yang bertindak sebagai sutradara. Sebelum kita melangkah lebih jauh, ada baiknya kita serempet sedikit apa dan siapa sebenarnya sutradara itu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar